Kepala Gerbang Tol Jembatan Suramadu, PT Jasa Marga, Suhariyono di kantornya, Rabu (13/1) mengatakan, penutupan yang sering dilakukan berada pada jalur roda dua, sedangkan penutupan total termasuk jalur roda empat hanya sekali.
Dikatakannya, jika kecepatan angin melebihi 40 knot, petugas Jasa Marga yang melakukan patroli segera memperingatkan pada masyarakat yang masih melintasi di tengah jembatan melalui pengeras suara agar mereka lebih berhati-hati atau mengurangi laju volume kendaraannya. ”Bagi roda dua, jembatan akan ditutup apabila kecepatan angina sudah diatas 40 knot,” katanya.
Untuk mengetahui tentang kecepatan angin, sebelumnya pelaksana proyek telah memasang Anemometer atau alat pengukur kecepatan angin di tengah-tengah jembatan. Dengan alat tersebut petugas pengelola jembatan dapat dengan mudah kapan saatnya jembatan akan ditutup akibat cuaca buruk.
Suhariyono menambahkan, waktu yang dibutuhkan petugas untuk menutup jembatan rata-rata tidak berlangsung lama. Yang sering dilakukan petugas maksimal hanya berlangsung 20-30 menit.
Ia menjelaskan, berdasarkan prosedur keselamatan resmi yang berlaku di Suramadu, apabila terjadi kabut dan angin kencang di atas 40 km/jam maka jalur sepeda motor harus ditutup. Pasalnya kecepatan angin itu bisa menghilangkan keseimbangan pengendara sepeda motor. Selain itu jarak pandang juga pendek karena kabut. Setelah hujan mereda dan kabut berkurang jalur sepeda motor akan dibuka kembali. Sehingga masyarakat tidak perlu cemas.
Batas nyaman berkendara bagi sepeda motor yang melintasi Jembatan Nasional Suramadu adalah 40 km/jam. Dengan kecepatan tersebut, pengendara akan lebih santai dan terasa nyaman saat mengemudikan motornya. Selain itu mereka dengan mudah bisa mengendalikan kecepatannya saat angin di laut pada temperatur tinggi.
Dengan lebar jalur sepeda motor yang mencapai 3 meter, kendaraan yang melintasi jalur tersebut masih bisa saling bersalipan. Namun demikian, bukan berarti mereka bisa saling kebut-kebutan. Karena jalur tersebut berbeda dengan jalur jalan di darat, serta terus berubahnya kecepatan angin laut pada jembatan tersebut juga harus diperhatikan.
Berdasarkan data ujicoba yang pernah dilakukan oleh konsultan pada 3 April 2009, menyebutkan kecepatan angin saat pagi hari dari pukul 07.00-09.00 WIB kecepatan angin berkisar 3,4-4,1 meter/detk dalam kondisi cuaca cerah. Pada siang hari antara pukul 13.00-14.00 WIB kecepatan angin berkisar 5,5-8,7 meter/detik dengan kondisi cuaca gerimis. Pada sore hari antara pukul 17.00-18.00 WIB kecepatan angin berkisar 2,4-4,2 meter/detik dalam kondisi cuaca berawan, sedangkan pada malam hari antara pukul 20.00-21.00 WIB kecepatan angin berkisar 5,2-6 meter/detik dalam kondisi cuaca cerah. Sedangkan batas tidak aman untuk dilintasi, yakni ketika kecematan angin mencapai 11 meter/ detik. Pada saat kecepatan angin mencapai nilai tersebut, maka jalur sepeda motor akan ditutup secara otomatis dan tidak boleh dilintasi.
Lebih lanjut Suhariyono mengingatkan, jika saat hujan lebat disertai angin kencang, masyarakat yang hendak pergi ke Madura maupun Surabaya dan melintasi Jembatan Suramadu hendaknya mereka mempertimbangkan atau mencari informasi terbaru dari radio maupun sejenisnya tentang perkembangan operasional jembatan. ”Kami selalu melaporkan perkembangan terbaru tentang operasional jembatan pada beberapa radio lokal maupun nasional lebih saat cuaca buruk,” katanya. (Tim Suramadu)




Komentar
Mungkin perlu koreksi lagi dalam penulisan artikel.
biar nyaman pengguna nya .........
aemoga awet jembatan suramadu.........
he.he....
indonesia malu2in..
kmren ajah waktu budaya qt diklaim malaysia emosinya minta ampun..
eh..orang indonesiax sendiri g nyadar ngaku2 jembatan suramadu terpanjang di asia tenggara..
tp walau gt org malaysia santai aja dan g perlu emosi menyikapi pernyataan org2 indonesia ttg suramadu walaupun mereka punya jembatan penang yg panjangnya 2x suramadu..
dr hal ini menunjukkan orang indonesia tidak dapat mengontrol emosinya dan mudah termakan pemberitaan media..
1 2 ...... 3